Dunia internet makin luas, penggunanya semakin banyak, dan jenis layanan yang tersedia hampir semuanya ada, bahkan sekarang banyak banget situs situs yang nawarin iklan, jadi kalo kita klik iklan, kita dibayar, jumlahnya beda - beda, ada yang cuman 100 rupiah, ada yang 0.01 dolar, macem macem deh pokoknya, tergantung kebijakan pemilik situs masing - masing loh.
yang jadi pertanyaan, ngapain sih mereka tuh iseng2 bikin2 situs kayak gitu?
kalo dirunut lagi, alasan mereka buat situs kayak gitu, yaa kalo bukan itu apalagi ya?
itu itu yaa, biar ratingnya naek, gitu...
kalo rating situsnya naik, otomatis dong banyak iklan yang nyamperin, naah iklan iklan ini la yang membiayai mereka dengan modal tinggi, jadi mereka sang pembuat situs - situs lklan ounya income.
cerdas juga ya pola pikir manusia modern?
aku juga lagi pengen bikin site nih, tapi kendalanya adalah aku gak bisa rutin ngupdate web, soalnya masih banyak kerjaan lain yang masih butuh tenaga dan pikiranku.
selamat mencari uang dari situs iklan deh.
Januari 10, 2009
Tahun baru apa yang baru?
tahun baru banyak yang baru:
ada hari baru,
ada minggu baru,
ada siang baru,
tetapi manusia tidak ada yang berubah kecuali dirinya berusaha merubah diri sendiri.
manusia yang mau berubah berarti ia telah selangkah lebih maju dari dirinya sebelumnya.
tulisan saat ini memang kacau karena kalau terlalu rapih bukan tulisan namanya tapi karya sastra, ini mah asal tik ajah apa yang keluar itu yang disampaikan jemari ke keyboard.
mau buat karya apa? kasih judul tulisan ini aja gak nyambung sama isinya,
apa yang berubah?
kemarin aku gak bisa nulis, sekarang aku juga gak bisa nulis. soalnya aku lagi ngetik, adakah dau tangan manusia yang sanggup ngetik dan nulis dalam waktu bersamaan?
hah?
jadi, apanya yang baru?
dari dulu juga tetep namaku, ini : ....
sekarang namaku juga masih ini : ....
ada hari baru,
ada minggu baru,
ada siang baru,
tetapi manusia tidak ada yang berubah kecuali dirinya berusaha merubah diri sendiri.
manusia yang mau berubah berarti ia telah selangkah lebih maju dari dirinya sebelumnya.
tulisan saat ini memang kacau karena kalau terlalu rapih bukan tulisan namanya tapi karya sastra, ini mah asal tik ajah apa yang keluar itu yang disampaikan jemari ke keyboard.
mau buat karya apa? kasih judul tulisan ini aja gak nyambung sama isinya,
apa yang berubah?
kemarin aku gak bisa nulis, sekarang aku juga gak bisa nulis. soalnya aku lagi ngetik, adakah dau tangan manusia yang sanggup ngetik dan nulis dalam waktu bersamaan?
hah?
jadi, apanya yang baru?
dari dulu juga tetep namaku, ini : ....
sekarang namaku juga masih ini : ....
Desember 15, 2008
kisah cinta & waktu
Alkisah di suatu pulau kecil, tinggallah berbagai macam benda-benda abstrak. Ada Cinta,
Kesedihan, Kekayaan, Kegembiraan, dan sebagainya. Mereka hidup berdampingan
dengan baik.
Namun suatu ketika, datang badai menghempas pulau kecil itu dan air laut tiba-tiba naik dan akan menenggelamkan pulau itu. Semua penghuni pulau cepat-cepat berusaha menyelamatkan diri. Cinta sangat kebingungan sebab ia tidak dapat berenang dan tak mempunyai perahu.
Ia berdiri di tepi pantai mencoba mencari pertolongan. Sementara itu air makin naik
membasahi kaki Cinta. Tak lama Cinta melihat Kekayaan sedang mengayuh perahu.
“Kekayaan! Kekayaan! Tolong aku!” teriak Cinta.
“Aduh! Maaf, Cinta!” kata Kekayaan, “perahuku telah penuh dengan harta bendaku. Aku tak dapat membawamu serta, nanti perahu ini tenggelam. Lagipula tak ada tempat lagi bagimu di perahuku ini.”
Lalu Kakayaan cepat-cepat mengayuh perahunya pergi. Cinta sedih sekali, namun kemudian
dilihatnya Kegembiraan lewat dengan perahunya.
“Kegembiraan! Tolong aku!”, teriak Cinta.
Namun Kegembiraan terlalu gembira karena ia menemukan perahu sehingga ia tak mendengar
teriakan Cinta.
Air makin tinggi membasahi Cinta sampai ke pinggang dan Cinta semakin panik. Tak lama lewatlah Kecantikan.
“Kecantikan! Bawalah aku bersamamu!”, teriak Cinta.
“Wah, Cinta, kamu basah dan kotor. Aku tak bisa membawamu ikut. Nanti kamu mengotori
perahuku yang indah ini.” sahut Kecantikan.
Cinta sedih sekali mendengarnya. Ia mulai menangis terisak-isak. Saat itu lewatlah Kesedihan.
“Oh, Kesedihan, bawalah aku bersamamu,” kata Cinta.
“Maaf, Cinta. Aku sedang sedih dan aku ingin sendirian saja ….” kata Kesedihan sambil terus
mengayuh perahunya.
Cinta putus asa. Ia merasakan air makin naik dan akan menenggelamkannya.
Pada saat kritis itulah tiba-tiba terdengar suara, “Cinta! Mari cepat naik ke perahuku!”
Cinta menoleh ke arah suara itu dan melihat seorang tua dengan perahunya. Cepat-cepat Cinta
naik ke perahu itu, tepat sebelum air menenggelamkannya.
Di pulau terdekat, orang tua itu menurunkan Cinta dan segera pergi lagi. Pada saat itu barulah Cinta sadar bahwa ia sama sekali tidak mengetahui siapa orang tua yang menyelamatkannya itu.
Cinta segera menanyakannya kepada seorang penduduk tua di pulau itu, siapa sebenarnya orang tua itu.
“Oh, orang tua tadi? Dia adalah Waktu,” kata orang itu.
“Tapi, mengapa ia menyelamatkanku? Aku tak mengenalnya. Bahkan teman-teman yang
mengenalku pun enggan menolongku,” tanya Cinta heran.
“Sebab,” kata orang itu, “hanya Waktu-lah yang tahu berapa nilai sesungguhnya dari Cinta itu
Kesedihan, Kekayaan, Kegembiraan, dan sebagainya. Mereka hidup berdampingan
dengan baik.
Namun suatu ketika, datang badai menghempas pulau kecil itu dan air laut tiba-tiba naik dan akan menenggelamkan pulau itu. Semua penghuni pulau cepat-cepat berusaha menyelamatkan diri. Cinta sangat kebingungan sebab ia tidak dapat berenang dan tak mempunyai perahu.
Ia berdiri di tepi pantai mencoba mencari pertolongan. Sementara itu air makin naik
membasahi kaki Cinta. Tak lama Cinta melihat Kekayaan sedang mengayuh perahu.
“Kekayaan! Kekayaan! Tolong aku!” teriak Cinta.
“Aduh! Maaf, Cinta!” kata Kekayaan, “perahuku telah penuh dengan harta bendaku. Aku tak dapat membawamu serta, nanti perahu ini tenggelam. Lagipula tak ada tempat lagi bagimu di perahuku ini.”
Lalu Kakayaan cepat-cepat mengayuh perahunya pergi. Cinta sedih sekali, namun kemudian
dilihatnya Kegembiraan lewat dengan perahunya.
“Kegembiraan! Tolong aku!”, teriak Cinta.
Namun Kegembiraan terlalu gembira karena ia menemukan perahu sehingga ia tak mendengar
teriakan Cinta.
Air makin tinggi membasahi Cinta sampai ke pinggang dan Cinta semakin panik. Tak lama lewatlah Kecantikan.
“Kecantikan! Bawalah aku bersamamu!”, teriak Cinta.
“Wah, Cinta, kamu basah dan kotor. Aku tak bisa membawamu ikut. Nanti kamu mengotori
perahuku yang indah ini.” sahut Kecantikan.
Cinta sedih sekali mendengarnya. Ia mulai menangis terisak-isak. Saat itu lewatlah Kesedihan.
“Oh, Kesedihan, bawalah aku bersamamu,” kata Cinta.
“Maaf, Cinta. Aku sedang sedih dan aku ingin sendirian saja ….” kata Kesedihan sambil terus
mengayuh perahunya.
Cinta putus asa. Ia merasakan air makin naik dan akan menenggelamkannya.
Pada saat kritis itulah tiba-tiba terdengar suara, “Cinta! Mari cepat naik ke perahuku!”
Cinta menoleh ke arah suara itu dan melihat seorang tua dengan perahunya. Cepat-cepat Cinta
naik ke perahu itu, tepat sebelum air menenggelamkannya.
Di pulau terdekat, orang tua itu menurunkan Cinta dan segera pergi lagi. Pada saat itu barulah Cinta sadar bahwa ia sama sekali tidak mengetahui siapa orang tua yang menyelamatkannya itu.
Cinta segera menanyakannya kepada seorang penduduk tua di pulau itu, siapa sebenarnya orang tua itu.
“Oh, orang tua tadi? Dia adalah Waktu,” kata orang itu.
“Tapi, mengapa ia menyelamatkanku? Aku tak mengenalnya. Bahkan teman-teman yang
mengenalku pun enggan menolongku,” tanya Cinta heran.
“Sebab,” kata orang itu, “hanya Waktu-lah yang tahu berapa nilai sesungguhnya dari Cinta itu
Desember 10, 2008
Desember bulannya hujan
udah masuk bulan desember, lama sekali gak update blog.
bulan desember, bulannya hujan.
musim kawin beberapa binatang.
musim tumbuh suburnya tumbuhan.
musim orang oake mantel.
musimnya rambutan.
musimnya kena penyakit.
musim bajigur laris manis.
banyak sekali musim di bulan desember.
bulan desember, bulannya hujan.
musim kawin beberapa binatang.
musim tumbuh suburnya tumbuhan.
musim orang oake mantel.
musimnya rambutan.
musimnya kena penyakit.
musim bajigur laris manis.
banyak sekali musim di bulan desember.
November 10, 2008
Langganan:
Postingan (Atom)
