Desember 15, 2008

kisah cinta & waktu

Alkisah di suatu pulau kecil, tinggallah berbagai macam benda-benda abstrak. Ada Cinta,
Kesedihan, Kekayaan, Kegembiraan, dan sebagainya. Mereka hidup berdampingan
dengan baik.

Namun suatu ketika, datang badai menghempas pulau kecil itu dan air laut tiba-tiba naik dan akan menenggelamkan pulau itu. Semua penghuni pulau cepat-cepat berusaha menyelamatkan diri. Cinta sangat kebingungan sebab ia tidak dapat berenang dan tak mempunyai perahu.

Ia berdiri di tepi pantai mencoba mencari pertolongan. Sementara itu air makin naik
membasahi kaki Cinta. Tak lama Cinta melihat Kekayaan sedang mengayuh perahu.

“Kekayaan! Kekayaan! Tolong aku!” teriak Cinta.

“Aduh! Maaf, Cinta!” kata Kekayaan, “perahuku telah penuh dengan harta bendaku. Aku tak dapat membawamu serta, nanti perahu ini tenggelam. Lagipula tak ada tempat lagi bagimu di perahuku ini.”

Lalu Kakayaan cepat-cepat mengayuh perahunya pergi. Cinta sedih sekali, namun kemudian
dilihatnya Kegembiraan lewat dengan perahunya.

“Kegembiraan! Tolong aku!”, teriak Cinta.

Namun Kegembiraan terlalu gembira karena ia menemukan perahu sehingga ia tak mendengar
teriakan Cinta.

Air makin tinggi membasahi Cinta sampai ke pinggang dan Cinta semakin panik. Tak lama lewatlah Kecantikan.

“Kecantikan! Bawalah aku bersamamu!”, teriak Cinta.

“Wah, Cinta, kamu basah dan kotor. Aku tak bisa membawamu ikut. Nanti kamu mengotori
perahuku yang indah ini.” sahut Kecantikan.

Cinta sedih sekali mendengarnya. Ia mulai menangis terisak-isak. Saat itu lewatlah Kesedihan.

“Oh, Kesedihan, bawalah aku bersamamu,” kata Cinta.

“Maaf, Cinta. Aku sedang sedih dan aku ingin sendirian saja ….” kata Kesedihan sambil terus
mengayuh perahunya.

Cinta putus asa. Ia merasakan air makin naik dan akan menenggelamkannya.

Pada saat kritis itulah tiba-tiba terdengar suara, “Cinta! Mari cepat naik ke perahuku!”

Cinta menoleh ke arah suara itu dan melihat seorang tua dengan perahunya. Cepat-cepat Cinta
naik ke perahu itu, tepat sebelum air menenggelamkannya.

Di pulau terdekat, orang tua itu menurunkan Cinta dan segera pergi lagi. Pada saat itu barulah Cinta sadar bahwa ia sama sekali tidak mengetahui siapa orang tua yang menyelamatkannya itu.
Cinta segera menanyakannya kepada seorang penduduk tua di pulau itu, siapa sebenarnya orang tua itu.

“Oh, orang tua tadi? Dia adalah Waktu,” kata orang itu.

“Tapi, mengapa ia menyelamatkanku? Aku tak mengenalnya. Bahkan teman-teman yang
mengenalku pun enggan menolongku,” tanya Cinta heran.

“Sebab,” kata orang itu, “hanya Waktu-lah yang tahu berapa nilai sesungguhnya dari Cinta itu

Desember 10, 2008

Desember bulannya hujan

udah masuk bulan desember, lama sekali gak update blog.
bulan desember, bulannya hujan.
musim kawin beberapa binatang.
musim tumbuh suburnya tumbuhan.
musim orang oake mantel.
musimnya rambutan.
musimnya kena penyakit.
musim bajigur laris manis.
banyak sekali musim di bulan desember.

November 10, 2008

Oktober 18, 2008

Laskar Pelangi (Lagi)

Wow...wow...woooow...
film laskar pelangi yang udah di buat sama tim Miles Production ternyata sangat menyentuh, apa yang tertuang dalam film itu begitu dalam menggambarkan kisah yang ada dalam novel laskar pelangi. salut buat Riri Riza yang telah sukses membuat film itu begitu hidup.
Bu Mus, sang guru bijaksana,
Pak Harfan,
Ikal, sang tokoh yang pendiam, memiliki kharisma tinggi sejak ia masih kanak - kanak, tak heran ketika ia tumbuh besar telah memberikan oase di gurun gersang bumi pendidikan indonesia, dengan hasil karyanya sebuah novel penggugah semangat.
Lintang, manusia jenius hasil didikan alam, memberikan pelajaran bahwa sejauh apa pendidikan, ia harus ditempuh, jarak melintang tak menjadikan pendidikan menjadi senyap.
Mahar, pemilik suara yang indah,
A Kiong,
Trapani,
Sahara,
Harun,
dan anggota laskar pelangi lainnya, kisah kalian memberikan sesuatu yang berbeda di Nusantara ini.
Terima kasih Mira Lesmana, Riri Riza, yang telah memberikan sebuah tontonan edukatif bagi kami semua.

September 23, 2008

Laskar Pelangi

Sepanjang 2008 judul diatas begitu menggema dijagat tanah air indonesia. sebuah novel karya novelis Belitong itu telah menjadi salah satu novel best seller di indonesia. Novel yang ditulis berdasarkan kisah nyata sang pengarangnya itu sedikit banyak dapat membuat kita sadar betapa pentingnya pendidikan bagi anak - anak -terutama kita-. Ikatan persahabatan yang terdapat dalam kisahnya begitu mengharukan. Andrea -Sang Penulis- berhasil memukau pembaca dengan gaya bertuturnya yang akademis, filosofis, serta realistis. tak banyak penulis serupa di negeri ini. Ia telah membuat babak baru kejayaan Indonesia melalui novel pertamanya, laskar pelangi.